Rabu, 28 Mei 2014

PKS PIYUNGAN

PKS PIYUNGAN


Ustaz Arifin Ilham: Umat Islam Jangan Tertipu dengan Pencitraan

Posted: 28 May 2014 04:00 PM PDT


Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung dalam pada Juli 2014 mendatang, pimpinan majelis dzikir Az Zikra KH. Muhammad Arifin Ilham menghimbau kepada umat Islam agar memilih dengan cermat dan jangan tertipu dengan pencitraan media.

"Umat Islam jangan bodoh, jangan tertipu dengan pecitraan. Dalam memilih presiden, lihatlah siapa di belakang mereka," pesan Ustaz Arifin dalam halaqah shubuh di masjid Az Zikra, Senin (26/5/2014) lalu.

Ia mengungkapkan, seperti Surya Paloh yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres selama ini melarang dan akan memecat pegawainya di Metro TV yang mengenakan hijab. Kemudian juga tempat pelacuran Dolly menolak ditutup oleh partai pengusung calon presiden tersebut.

"Maka kalau kita memilih mereka sama saja memilih pelacuran merajalela," kata Ustaz Arifin.

(suara-islam)


Aher: Menang di Jabar, Prabowo-Hatta Bisa Menang Nasional

Posted: 28 May 2014 03:01 PM PDT


BANDUNG -- Tim pemenangan Prabowo-Hatta Provinsi Jawa Barat mendeklarasikan diri di Monumen Perjuangan Rakyat, Bandung, Rabu (28/5). Tim yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) itu siap untuk membantu pemenangan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014.

Aher mengatakan Jawa Barat merupakan tempat sekitar 19 persen dari jumlah suara nasional. "Kalau Prabowo menang di Jabar, sudah menang juga di nasional," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, saat memberikan sambutan pada ratusan pendukung Prabowo-Hatta.

Melihat kesiapan tim pemenangan dan semangat para pendukung, Aher optimistis bisa membawa Prabowo-Hatta unggul di Jawa Barat. Tim pemenangan ini juga akan dibantu 21 kepala daerah di wilayah tersebut. Aher mengatakan, sudah mengumpulkan kader-kader terbaik. "Semua menyatakan siap memenangkan Prabowo-Hatta," ujar dia.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Jawa Barat menjadi target karena mempunyai penduduk dan jumlah suara terbesar. Ia mengatakan tim pemenangan akan meyakinkan dan memaksimalkan semua jajaran di Jawa Barat untuk bisa mendulang suara. (ROL)

Prabowo: Saya gak rela Indonesia jadi kacung asing

Posted: 28 May 2014 06:39 AM PDT


BANDUNG - Capres Prabowo Subianto berjanji akan membawa kemakmuran bagi Indonesia jika terpilih menjadi presiden di Pilpres 2014. Ia menegaskan Indonesia tak boleh menjadi sapi perahan bangsa lain.

"Kita bertekad Indonesia tak boleh jadi sapi perahan bangsa lain. Kita gak anti asing, kita ingin bersahabat, tapi kita gak rela jadi kacung mereka," kata Prabowo dalam deklarasi pemenangan Prabowo - Hatta di Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/5).

Prabowo mengaku maju Pilpres bersama Hatta Rajasa bukan untuk kepentingan pribadi. Ia mengaku ingin Indonesia terhormat di mata bangsa lain dan bisa berdiri di kaki sendiri.

Prabowo mengaku miris dengan kondisi saat ini. Ia tidak rela orang Indonesia bekerja seperti sapi perah.

"Kita gak rela anak-anak kita jadi tukang sapu, ibu-ibu kita jadi TKW di tempat yang jauh. Kita ingin masyarakat Indonesia mendapat kesempatan yang baik," katanya. (merdeka.com)

Anis Matta: Mesin PKS akan habis-habisan menangkan Prabowo

Posted: 27 May 2014 09:10 PM PDT


JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan tekadnya untuk memenangkan capres dan cawapres Prabowo-Hatta dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Tidak tanggung-tanggung, 33 DPW PKS seluruh Indonesia telah dikerahkan.

"Dalam masa dekat ini kita akan menangkan Prabowo-Hatta dan saya sudah mengonsolidasikan kepada pengurus wilayah PKS agar suara 8,5 juta dari PKS untuk menangkan Prabowo-Hatta," kata Anis dalam acara 'Konsolidasi Nasional PKS Pemenangan Pilpres 2014 Prabowo-Hatta di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (27/5).

"Apakah kalian siap menangkan Prabowo-Hatta?" lanjutnya sembari bertanya para hadirin kader PKS.

"Siap. Allahu akbar," teriak hadirin kader PKS.

Oleh karena itu, PKS sudah memantapkan perjuangannya untuk memenangkan mantan Danjen Kopassus itu menuju kursi RI 1.

"Pada hari ini di struktur kepemimpinan seluruh DPW se-Indonesia. Mesin PKS akan bekerja habis-habisan. Get the feeling, bicara santai saja. Mereka akan kerja full," ucap dia. (merdeka.com)


Kekaguman Jurnalis di acara Konsolidasi PKS untuk Pilpres

Posted: 28 May 2014 02:42 AM PDT


Oleh @MegaSimarmata
(A writer on politics, defense & security issues)

Prabowo hadir dalam acara Konsolidasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengumpulkan seluruh pengurus dan pimpinan setingkat DPP dan DPW perwakilan dari seluruh Indonesia, Selasa (27/5/2014).

Acara yang digelar di Hotel Kartika Chandra Jakarta itu, berlangsung sangat baik, meriah sekali, akrab, penuh nuansa kekeluargaan dan mengesankan. Prabowo juga kelihatan sangat senang disitu.

Pimpinan PKS yang hadir yaitu Anis Matta, Taufik Ridho, Fahri Hamzah, Adang Darajatun dan Mahfudz Siddiq.

Di acara PKS, saya doang perempuan yg tdk pakai kerudung. Sama ada 1 lagi, reporter tv tdk berkerudung. Tapi kader2 PKS gak usil.

Saya katolik. Saya kagum pd PKS. Luar biasa partai ini. Tertib, cerdas & disiplin.

Selama satu jam Prabowo menghadiri acara tersebut.

Konsolidasi ini diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKS.

Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta. Ia menjelaskan kepada Prabowo bagaimana partainya menetapkan pilihan untuk bergabung dengan koalisi merah putih.

"Insya Allah suara PKS dalam Pemilihan Legislatif kemaren sebanyak 8,4 juta suara akan kita berikan sepenuhnya ke Prabowo Subianto," ujarAnis Matta.

Saat Prabowo Subianto naik panggung untuk memberikan pidato politiknya, teriakan takbir yang diselingi dengan kata "Merdeka" dari para kader PKS ikut meramaikan suasana dalam acara Konsolidasi PKS.

Dan Prabowo selalu bisa menguasai "panggung" dan menguasai situasi.

Keterus-terangan dan spontanitas Prabowo disukai oleh banyak kalangan setiap kali ia berpidato.

"Dulu karena orang-orang mengatakan PKS ini partai Islam garis keras maka saya membayangkan kader-kadernya pasti berjenggot semua. Tapi ketika saya bertemu Ustadz Hilmi, beliau tidak pakai jenggot. Saya ketemu Pak Anis Matta, dia juga tidak pakai jenggot. Saya ketemu Sekjen PKS, tidak pakai jenggot," ungkap Prabowo yang langsung disambut tawa meriah dari kader-kader PKS.

"Boleh gak, saya titip kader-kader Gerindra untuk belajar disiplin dari kader PKS?" ini juga yang diungkapkan Prabowo saat ia memuji betapa mengagumkannya tingkat kecerdasan, kesalehan dan kedisiplinan dari seluruh kader PKS.

Berulang-ulang kali Prabowo menyampaikan betapa ia sangat menghargai dan berterimakasih atas dukungan PKS.

Tetapi disela-sela Prabowo menyampaikan ucapan terimakasih itu, ia tetap bisa menyelipkan humor-humor segar yang membuat pidatonya tidak monoton.

"Pak Anis Matta bilang, dulu beliau pernah bertemu saya saat saya masih jadi Danjen Kopassus. Pak Anis bilang, beliau mengenali saya tapi saya pasti tidak mengenali dia. Saya langsung buru-buru bilang …. saya kenal kok. Nanti kalau saya bilang tidak kenal, Pak Anis gak mau tandatangan perjanjian koalisi" kata Prabowo untuk guyon.

Anis Matta dan semua kader PKS tertawa mendengar guyonan Prabowo.

"Chemistry" antara Prabowo dan mitra-mitra pendukung koalisinya mulai terbangun dengan sangat kokoh dan ini menjadi pertanda baik bahwa konsolidasi itu sudah berhasil mereka galang.

Dan memang sangat wajar jika Prabowo begitu mengagumi PKS karena dari acara konsolidasi PKS di Hotel Kartika Chandra kemarin, memang sangat jelas terlihat betapa mengagumkannya para pengurus PKS dari seluruh Indonesia ini.

Mereka tunjukkan konsistensi bahwa PKS memang sungguh-sungguh mendukung Prabowo.

Mesin partai dari partai yang satu ini sudah bergerak dan berjalan di level-level menengah ke bawah untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Bahkan seluruh kader PKS diminta untuk menjadi humas dari pasangan Prabowo-Hatta.

Itikat baik, sikap optimisme dan kesungguhnya PKS mendukung untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta, memang pantas untuk dihargai dan diacungi jempol.***


*dari twitter dan blog @MegaSimarmata

Pidato Prabowo di Acara Konsolidasi PKS Untuk Pilpres

Posted: 27 May 2014 08:28 PM PDT


Berikut ini rangkuman pidato Prabowo dalam acara PKS Konsolidasi Nasional Pemenangan Pilpres 2014 Prabowo-Hatta, Selasa (27/05) di hotel Kartika Candra, Jakarta.

***

Pak Anis Matta, waktu pertama saya ketemu dengan tokoh-tokoh PKS, saya agak takut juga, karena ada kesan PKS islam garis keras, pakai jenggot semua. Pas saya ketemu ustadz Hilmi ternyata gak pakai jenggot, sangat rendah hati, ramah. Ketemu Anis Matta dan Taufik Ridho juga gak pakai jenggot. Sebuah kehormatan bisa bertatap muka.Orang-orang PKS cerdas cerdas, pintar-pintar, susah negosiasi sama PKS. Jangan-jangan diajarkan main catur semua, lima langkah ke depan sdh tahu.

Saya punya teman, pemilik toko buku. Karyawannya jualan buku di setiap acara partai A, tapi gak laku. Kamu jangan jualan buku di partai tersebut, jualan di PKS. PKS partai religius tapi baca buku. Gerindra partai nasionalis juga suka baca buku.

Sesungguhnya hubungan antara PKS dan Gerindra bukanlah hubungan yang baru. Sejak Gerindra berdiri, kita telah berkoalisi dan berhasil memberikan rakyat Indonesia pemimpin yg baik.
PKS kadernya militan, rajin dan disiplin. Saat saya kampanye dengan Anis Matta, kadernya gak pindah tempat saat presidennya tampil. Terutana ibu-ibunya militan, gimana caranya kader Gerindra menconteknya, ini sesuatu yang kami harus belajar.

Saya percaya kalaupun kita meengucapkan takbir tidak berarti kita tidak melindungi agama dan suku suku lain. Perjuangan kemerdekaan kita diisi dengan takbir. PKS adalah partai religius tapi punya jiwa nasionalisme, setelah takbir meneriakkan merdeka.

Setelah saya berunding dengan pemimpin-pemimpin PKS, saya menemukan komitmen kepada keadilan, kesejahteraan, sama dengan yang diperjuangkan Gerindra. Dan akhirnya terjadi kesepakatan koalisi dengan cepat. Saya yakin ini jalan dari Yang Maha Kuasa.

Niat kita mengabdi, bukan untuk kepentingan sendiri. Saya lihat itu di pemimpin-pemimpin PKS. Saya percaya dengan itikad tulus penimpin-pemimpin PKS. Dan saya yakin mereka juga percaya dengan saya dan Hatta Rajasa.

Kita paham tantangan ke depan tidak ringan. Sejak dulu kita jadi incaran bangsa lain. Dari dulu kita mengajarkan nilai kebangsaan yang sederhana yakni memberi makan kepada rakyat sendiri. Tidak minta-minta kepada bangsa lain. Apakah itu nilai yang salah?

Saya tidak mengajak kita untuk membenci bangsa lain, agama Islam tidak mengajarkan itu. Kita ingin belajar dari bangsa lain. Tapi kita juga tidak boleh jadi bangsa yang terlalu naif.

Tuhan telah membentuk karakter bangsa Indonesia yang ramah, sangat menghormati tamu, melayani tamu. Kebaikan-kebaikan ini kadang terlalu ramah, naif, lugu. Kita ingin jadi bangsa terhormat, tidak cuma membeli, meminjam tapi juga memproduksi.

Mbok ya kita jangan didominasi bangsa lain. Masa rakyat kita tidak boleh hidup layak. Pasar bebas, mereka boleh masukkan barang ke kita tapi kita tidak boleh.

Saya dengan PKS satu frekuensi, satu pemahaman, kita ingin memajukan bangsa ini.

Ada black campaign seolah-olah saya akan menasionalisasi, bukan itu. Kita ingin mempertahankan kepentingan nasional. Banyak cara yang cerdas untuk melakukan itu. Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri.

Kita hormati para pendahulu kita. Kita teruskan perjuangan mereka. Yang kurang kita sempurnakan.

Karena kesamaan itulah koalisi menjadi lancar.

Suasana di koalisi sangat relaks, banyak ketawanya, bukan karena meremehkan persoalan, karena kita optimis bahwa kita bisa menyejahterakan bangsa Indonesia.

Kalau koalisi mendapat mandat dari rakyat, saya yakin kader-kader terbaik PKS akan memainkan peranan terbaik. Juga partai koalisi lainnya. Dan kita akan cari juga dari luar partai koalisi untuk kesejahteraan.

Kalau bangsa Indonesia sejahtera maka umat Islam sejahtera.

Hubungan saya dengan PKS sangat baik, terutama dengan presidennya yang muda, cerdas, energik, dinamis.

Terima kasih PKS. Kita harapkan semangat saudara, disiplin dan militansi saudara.

Setiap saya ke daerah, yang bersuara paling keras adalah kader PKS. Luar biasa gemblengannya, kaderisasinya luar biasa, boleh gak Gerindra nitip?

Lalu ditutup dengan menyanyikan lagu Bangkitlah Negeriku, dipimpin Taufik Ridho.

(abuhuz/erwyn/pkssumut.or.id)


Pilihan Mudah

Posted: 27 May 2014 08:13 PM PDT


by @fadlizon

Cuma ada dua capres: capres mandiri pilihan rakyat atau capres PETUGAS PARTAI. Pilihan mudah, Insya Allah!

Cuma ada dua capres: Capres yg akan membawa INDONESIA BANGKIT ( @Prabowo08 ) atau INDONESIA HANCUR (spt kata JK).

Cuma ada dua capres: Capres yg MIKIR atau capres yg GA MIKIR.

Cuma ada dua capres: yg jelas BOBOT BIBIT BEBET nya ( @Prabowo08 ) atau yg belum jelas bobot bibit bebet nya.

Cuma ada dua capres: yg jelas VISI MISI n PROGRAM nya ( @Prabowo08 ) atau yg tak jelas apa yg mau dilakukan (Ramikir).

Cuma ada dua capres: yg JUJUR dg kata2nya ( @Prabowo08 ) atau yg tak bisa dipegang ucapan dan janjinya (5 thn komitmen utk Jakarta)

Cuma ada dua capres: Capres BLAK-BLAKAN apa adanya ( @Prabowo08 ) atau BLUSUKAN yg cuma pencitraan (spt kt @aniesbaswedan )


Yogyakarta Siap Menangkan Prabowo-Hatta

Posted: 27 May 2014 04:51 PM PDT


YOGYAKARTA - Ketua Partai Gerindra Kota Yogyakarta, Anton Prabu Semendawai, mengaku, ada tim siluman yang siap memenangkan pasangan Capres-Cawapres untuk Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada 9 Juli 2014 nanti.

"Selain tim inti, kita ada tim siluman untuk memenangkan Pak Prabowo menjadi Presiden 2014," kata Anton dalam deklarasi merah putih enam parpol (Gerindra, PPP, PAN, PKS, PBB, dan Golkar) di Yogyakarta, Selasa (27/5/2014).

Tim siluman itu terbentuk ada yang berada di luar garis struktur Partai Gerindra. Meski demikian, tim itu juga berkoordinasi dengan partai. Anton juga mengaku banyak tim relawan di luar struktur atau sayap partai yang memberi dukungan untuk Prabowo-Hatta.

Mereka dengan kesadaran penuh tidak ingin salah dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun kedepan. "Sudah banyak tim relawan yang 100% menjatuhkan pilihan ke Pak Prabowo. Kita sambut dengan terbuka," ujarnya.

Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menegaskan, enam posko kemenangan itu ada di masing-masing kantor partai, mulai dari PAN, Gerindra, PKS, PPP, PBB, dan Golkar. Pihaknya mengaku sudah menerima sedikitnya tiga kelompok relawan dari organisasi masyarakat yang siap memberikan dukungan ke Prabowo-Hatta.

"Dari PAN Kota ada tiga kelompok relawan, belum lagi dari PKS, Golkar, PPP, PBB, dan Gerindra sendiri. Kita koalisi enam parpol satu arah untuk memuluskan Prabowo - Hatta meraih kursi Presiden dan Wakil Presiden," ujarnya. (kem/okezone)


Selasa, 27 Mei 2014

PKS PIYUNGAN

PKS PIYUNGAN


Anis Matta: 8,4 Juta Suara PKS untuk Prabowo-Hatta!

Posted: 27 May 2014 04:45 PM PDT


JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, menyatakan seluruh suara partai yang didapatkan pada Pemilu Legislatif 2014, bakal dilimpahkan kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk memenangkan Pilpres 2014. 

"Suara 8,4 juta dari PKS untuk pasangan Prabowo-Hatta. Allahu Akbar!," ujar Anis dalam acara konsolidasi nasional PKS untuk Pilpres 2014 dalam memenangkan Prabowo-Hatta, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Disampaikannya, sejak majelis syuro memberikan dukungan ke Prabowo, jajarannya langsung melakukan sosialisasi di tingkat internal.

"Kita deklarasi di DPP, lalu konsolidasi nasional. Pertama jalur perempuan di Cibubur. Di level kaderisasi di Lembang. Di jalur kehumasan di Solo. Dan hari ini di struktur kepemimpinan di DPW se-Indonesia. Ini adalah akhir dari konslidasi yang kita lakukan. Mesin akan bekerja habis," tegasnya.

"Kita dengar dulu, kita ada hati enggak dengan calon ini. Kontak batin. Get the feeling, bicara santai saja. Mereka akan kerja full dalam pilpres," pungkas pria asal Makassar ini. (okezone)


Tani-Nelayan Jatim Siap Menangkan Prabowo

Posted: 26 May 2014 08:12 PM PDT


SURABAYA -- Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Barisan Tani, Nelayan, Wirausahawan dan Seniman (Batara) Nusantara Jawa Timur, Ahad (25/5), menyatakan mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta.

Ketua Umum DPP Batara Nusantara Jatim Gde Sugianyar pada Rakorda dan Pengukuhan DPD Batara Jatim di Gedung Juang 45 Surabaya, mengklaim organisasinya merupakan satu-satunya ormas yang menghimpun kelompok petani, nelayan, wirausaha serta seniman.

"Ormas ini merupakan sayap Partai Gerindra yang dilantik pada Oktober 2012. Namun sudah berdiri sejak 2011," katanya.

Menurut dia, pada saat Rakernas I di Jakarta yang dihadiri oleh perutusan dari 17 provinsi diputuskan untuk berafiliasi ke Partai Gerindra sebagai sayap politik.

Gde mengatakan pembentukan Batara Nusantara ini sangat diapreasi oleh Prabowo karena belum ada ormas yang mewadahi komunitas petani, nelayan, wirausahawan dan seniman.

"Kami berharap kepada pimpinan cabang untuk merapatkan diri ke induk partai Gerindra. Kita maksimal berusaha untuk memenangkan Prabowo sebagai Presiden RI ke-7," katanya. Saat ini, kata dia, di seluruh Indonesia sudah ada Batara Nusantara di setiap provinsi.

Mengenai berapa suara yang akan disumbangkan untuk Prabowo-Hatta, Gde menuturkan tidak mematok target jumlah suara di pilpres nanti, kecuali sebanyak-banyaknya.

"Kami targetkan sebanyak mungkin suara untuk Prabowo. Karena di tiap daerah sudah ada perwakilan. Kalau bisa target kita adalah 20 persen dari jumlah pemilih. Itu artinya sama dengan jumlah petani dan nelayan kita yakni sekitar 20 juta," katanya. (ROL)


Kasus Haji Digarap, Kardus Duren Dilupakan

Posted: 26 May 2014 08:10 PM PDT


Jakarta - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kasus korupsi haji dengan menetapkan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) sebagai tersangka mendapat apresiasi publik. Namun di saat bersamaan, publik juga menggugat langkah KPK yang landai dalam mengungkap kasus korupsi lainnya. Menggugat independensi KPK di musim Pilpres.

Reformasi kelembagaan yang digulirkan Kementerian Agama dengan menggandeng mantan komisioner KPK M Jasin sebagai Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Agama dan Anggito Abimanyu sebagai Dirjen Haji dan Umroh nyatanya tidak direspons positif oleh KPK.

Anggota Komisi Hukum DPR RI Fahri Hamzah menyayangkan sikap KPK yang menetapkan Menteri Agama SDA sebagai tersangka dalam kasus haji 2012. Menurut Fahri, upaya KPK ini justru kontraproduktif di tengah upaya reformasi kelembagaan Kemenag.

"Langkah KPK ini justru kontrakproduktif dengan upaya pembenahan yang bertujuan untuk mencegah berbagai tindak pidana korupsi yang merugikan," kata Fahri di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (26/5/2014).

Fahri melanjutkan, upaya reformasi kelembagaan yang tengah digulirkan Anggito Abimanyu dan M Jasin bakal terganggu akibat penetapan tersangka SDA dalam kasus korupsi haji. Kehadiran dua tokoh tersebut di Kementerian Agama, dalam pandangan Fahri justru untuk mencegah terjadinya korupsi di Kementerian Agama.

Politikus PKS ini menilai penetapan SDA sebagai tersangka justru memberi kesan bahwa KPK tidak mendukung upaya pembenahan yang dilakukan Kementerian Agama. "Kesannya kan justru KPK tidak suka orang berbenah, entah apa alasan KPK ini," tambah Fahri.

Sementara sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan, Bandung Jawa Barat, Asep Warlan Yusuf mengatakan penetapan SDA sebagai tersangka korupsi dana haji jangan sampai menimbulkan persepsi ada kepentingan partai politik tertentu dalam proses penegakan hukum. "Jangan sampai kepentingan partai politik dan calon presiden dalam suasana pilpres ini dimasukkan dalam proses penegakan hukum oleh KPK," ingat Asep.

Dalam pandangan Asep, kondisi menjelang Pilpres 2014 ini terdapat upaya mencari kesalahan pihak lawan. Oleh karenanya, sambung Asep, penting bagi KPK dalam proses penegakan hukum agar tanpa melakukan pertimbangan politik tertentu. Ia menyoroti nama Ketua KPK Abraham Samad yang sempat mencuat sebagai cawapres Jokowi termasuk rumor tentang tawaran Jaksa Agung jika Jokowi terpilih. "Jadi saya melihat perilaku KPK di era jelang Pilpres ini aneh," tegas Asep.

Tidak sekadar itu, Asep juga menyoroti sikap KPK yang enggan menyelidiki kasus dugaan korupsi dalam pengadaan bus Transjakarta di Pemprov DKI Jakarta. Ia mempertanyakan apakah ada kesepakatan antara Jokowi dengan Abraham Samad. "Apa kaena Samad sudah ada deal dengan Jokowi? Jangan salahkan masyarakat jika ada pemikiran seperti itu," papar Asep.

Agar KPK dapat bersikap fair dan tidak dituding bermain politik dalam penegakan hukum, Asep menyerukan agar KPK mengusut tuntas kasus korupsi yang diduga melibatkan petinggi partai politik lain. Ia menyebut kasus yang sempat dikaitkan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Abdul Muhaimin Iskandar pada Agustus 2011 lalu. "Itu kasus kardus durian yang melibatkan Muhaimin Iskandar bagaimana nasibnya? Apa KPK tidak mau melanjutkan karena Muhaimin mendukung Jokowi juga?" tegas Asep seraya meminta kasus korupsi yang melibatkan menteri dari parpol lainnya juga diusut.

Dalam kasus durian, Jaksa Penuntut KPK telah mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Namun putusan MA pada Oktober 2013 lalu menolak kasasi yang diajukan oleh JPU KPK. Padahal kasasi MA ini dimaksudkan sebagai dasar untuk menjerat Menakertrans Abdul Muhaimin Iskandar. [mdr/inilah]


Ibu-ibu: 'Prabowo ganteng, enak dilihat, gak klemar klemer'

Posted: 26 May 2014 07:38 PM PDT


"Prabowo tegas, enak dilihat, ganteng kayak SBY, bukan pemimpin klemar - klemer. Gagah deh," ujar salah satu ibu pengajian warga Cipayung, Kota Depok, Senin (26/5/2014), seperti yang diberitakan sindonews.com.

Sekitar 100 ibu pengajian dan 100 tukang ojek hadir dalam acara pengajian dan zikir bersama yang digagas relawan untuk memenangkan pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

Menurut Babai Suhaemi, Ketua DPD Partai Golkar Depok yang hadir di acara itu, karakter pembawaan serta ketegasan, juga kewibawaan Prabowo menjadikan sosok jenderal tersebut menggambarkan pemimpin utama.

"Saya lakukan survei kecil-kecilan. Ada gerakan ibu-ibu dukung Prabowo-Hatta, 100 ibu dan ojek-ojek se-Depok, Pak Prabowo lebih populer dapat tempat di masyarakat khususnya di Depok," paparnya.

Terkait masalah kampanye hitam, lanjutnya, tak mempengaruhi tingkat elektabilits Prabowo di mata masyarakat. "Enggak pengaruh, ada soal HAM, warga begara Yordania, tetap Prabowo yang tertinggi," katanya.

"Representasi Politik Umat Islam" | Oleh Anis Matta

Posted: 26 May 2014 06:04 PM PDT


Twit @anismatta

Alhamdulillah, para capres-cawapres sudah resmi terdaftar.. Saatnya memasuki kompetisi yang riil dan sehat..

Sebelumnya sy sdh membahas ttg Islam & Politik di Indonesia.. Kajian yg selalu menarik..

Umat Islam yg jumlahnya banyak adalah fakta sosiologis yg bertransformasi menjadi agregasi aspirasi politik..

Umat Islam sosiologis itu butuh representasi dlm pengelolaan hidup bersama dlm kerangka nation-state ini..

Karena itu umat Islam selalu hadir dlm milestone penting kehidupan berbangsa dan bernegara..

Wajar pula jika umat Islam terlibat dlm pemerintahan dari waktu ke waktu..

Ini penting untuk membangun keseimbangan politik yg sehat..

Demokrasi meniscayakan perwakilan kelompok-kelompok aspirasi politik dan sosial.. Kelompok sosiologis pasti mewarnai percaturan politik..

Di AS yg disebut sbg cth demokrasi, kt bs lht pngaruh warna WASP (white,anglo-saxon,protestant) dlm politik.. Bgtu jg di Malaysia, misalnya..

Orde Baru merusak tatanan keseimbangan alami itu melalui rekayasa politik..

Rekayasa politik: fusi partai, azas tunggal dan marginalisasi kelompok2 Islam yg dianggap tak sejalan..

Setelah Reformasi, gerbang kebebasan terbuka, keseimbangan itu mulai terbentuk kembali dgn sejumlah perubahan..

Umat Islam mengalami transformasi.. Expresi keislamannya tidak semata politik, tetapi identitas..

Politik aliran (abangan, priyayi, santri) tidak lagi punya akar sosial..

Yang tetap adlh fakta sosiologis bahwa umat Islam, juga umat beragama dan kelompok sosial lainnya, memerlukan representasi politik..

Representasi politik ini dibutuhkan sebagai bentuk partisipasi dan agregasi aspirasi..

Krn itu partai Islam, misalnya, dan ormas Islam, akan terus hadir dan mewarnai politik Indonesia, sesuai dgn perkembangan zamannya..

Krn itu pula, kelompok Islam juga akan selalu berpartisipasi dan mewarnai pemerintahan dr waktu ke waktu.. Itu proses yg alamiah..

Jika sekarang kita lihat ada partai Islam di kedua kelompok pendukung capres, itu juga hal yg wajar dan alamiah..

Masing2 punya gagasan utk berpartisipasi dlm kehidupan berbangsa-bernegara..

Masing2 punya gagasan utk melanjutkan partisipasi & aspirasi umat Islam mewarnai pemerintahan ke depan..

Tinggal mari kita kompetisikan gagasan itu secara tajam dr segi pemikiran tp damai dlm penyampaian.. Fastabiqul khairat..

Selain berlomba2 dlm kebaikan, di manapun kita, kita harus saling mengingatkan akan kebaikan dan kesabaran..

Krn itu sy optimis kontribusi partai Islam, dan umat Islam scr umum, dlm pilpres ini akan ttp memberi warna yg positif bg Indonesia.. Amin..

Kobarkan semangat Indonesia!!


Ridwan Kamil: Prabowo, Sosok yang Tak Bisa Didikte Siapa Pun

Posted: 26 May 2014 06:00 PM PDT


BANDUNG — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memiliki pandangan tersendiri terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden jagoannya, Prabowo-Hatta Rajasa.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, Prabowo yang mengangkat karier politiknya seperti saat ini merupakan sosok yang memiliki ketegasan.

"Ketegasannya. Selama delapan bulan ini (menjadi wali kota), saya lihat Pak Prabowo adalah sosok pemimpin yang tidak bisa didikte siapa pun," kata Emil seusai meresmikan Forum Pelajar Peduli Lingkungan di SMK Karya Pembangunan, Jalan AH Nasution, Ujungberung, Kota Bandung, Minggu (25/5/2014).

Lebih lanjut Emil menjelaskan, ketegasan yang dimiliki mantan Danjen Kopasus itu sangat dibutuhkan untuk kondisi Indonesia saat ini. "Beliau mengambil keputusan betul-betul dari dirinya," tegasnya.

Sementara itu, pemilihan sosok Hatta Rajasa untuk mendampingi Prabowo dinilai oleh Emil sebagai langkah tepat. Menurutnya, Hatta adalah seorang teknorat dalam bidang perekonomian dengan jaringan yang luas.

"Hatta adalah seorang teknokrat yang memiliki ketegasan dibantu dengan pengalaman ekonomi," ucapnya.

Emil menambahkan, sebagai Menko Perekonomian, Hatta Rajasa telah berhasil menjaga stabilitas perekonomian selama lima tahun belakangan.

"Dengan jaringan yang luas dan kondisi prima, terbukti dalam lima tahun stabilitas ekonomi Indonesia dapat dikatakan bagus dan sudah sampai 10 besar," jelasnya. (KOMPAS)


PKS Kumpulkan Seluruh DPW Konsolidasi Pemenangan Prabowo-Hatta

Posted: 26 May 2014 05:51 PM PDT


Jakarta - Sebagai anggota koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mengonsolidasikan langkah-langkah memenangkan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Selama dua hari sejak Senin (26-27 Mei 2014) PKS gelar Election Update. Seluruh pengurus teras Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS seluruh Indonesia hadir untuk mendapatkan arahan pemenangan. Demikian Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS Taufik Ridho dalam keterangannya di lokasi acara di Hotel Kartika Chandra di kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (26/5).

Taufik Ridho menyatakan mesin politik PKS sudah siap sejak Musyawarah Majelis Syuro memutuskan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. "Diantara yang kami siapkan tentu strategi pemenangan per wilayah, timses yang terintegrasi dengan partai-partai koalisi dan penyiapan saksi," ujar Taufik.

PKS, tambah Taufik, selalu komit dalam berkoalisi untuk pemenangan, hal itu dibuktikan dari pilpres-pilpres sebelumnya. "Kami ikut memenangkan Gus Dur tahun 2009 lewat poros tengah dan SBY di tahun 2004 dan 2009," papar Taufik lagi.

Dalam Pemilu legislatif tahun 2014, PKS meraih suara mencapai 8,4 juta lebih. Taufik meyakini, suara ini akan bulat menyumbang Prabowo-Hatta dalam Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang. "Pemilih PKS insya Allah loyal pada keputusan musyawarah yang didasari pertimbangan keumatan," pungkas Taufik. (pks.or.id)


Asosiasi Pedagang Kaki Lima Dukung Prabowo-Hatta

Posted: 27 May 2014 06:20 AM PDT


Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) berniat menyumbangkan 20 juta suara untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. Dukungan tersebut, tertuang dalam kontrak politik antara pedagang dan Prabowo-Hatta.

Ada empat butir kesepakatan dalam kontrak politik kedua belah pihak. Pertama, pasangan Prabowo-Hatta siap memberikan pinjaman kredit untuk modal usaha melalui perbankan mikro di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

"Dengan kredit itu, maka sekitar 25 juta PKL akan mendapatkan jaminan modal dari finance," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat  APKLI, Ali Mahsun dalam pesan tertulisnya, Senin 26 Mei 2014.

Kedua, jika Prabowo-Hatta menang, mereka akan mengeluarkan regulasi bagi pedagang untuk meningkatkan jaminan kepastian hukum atas Peraturan Presiden No. 125/2012 tentang Tata Kelola dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Berdasarkan Perpres itu, PKL tetap diperbolehkan berjualan.

"Regulasi itu sangat penting, karena berkaitan dengan nasib pedagang mencari rupiah untuk menghidupi keluarga mereka," ujar Ali.

Ketiga, akan ada penjaminan proteksi terhadap distribusi dan rifting barang impor, di mana pedagang akan menjadi pelaku pasar di Indonesia, meski barang impor yang dipasok dari luar negeri.

"Barang boleh datang dari luar negeri, tetapi harus berhenti di Tanjung Priok. Untuk menyampaikan barang ke pedagang, harus dilakukan oleh orang kita sendiri, tidak boleh pelaku dari luar negeri," kata Ali.

Keempat, Prabowo-Hatta menjamin kedaulatan ekonomi dan menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Indonesia tidak boleh menjadi kuli. Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri," ujar Ali.

Menurut Ali, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini pun PKL sesungguhnya telah mendapatkan jaminan tetap diperbolehkan berjualan. Komitmen itu dibuktikan Hatta Rajasa sebagai Dewan Kehormatan APKLI yang telah mendorong pemerintah mengesahkan Perpres No. 125 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pengolaan PKL.

Sebab itu, Ali berpendapat, dukungan AKPLI kepada Prabowo-Hatta adalah suatu keharusan. Keseriusan APKLI diwujudkan dengan pendirian posko pemenangan Prabowo-Hatta yang dinamakan Tim Gerobak Prabowo-Hatta. (asp/vivanews)


Kalau Menang, Prabowo RI-1 Jokowi RI-4

Posted: 26 May 2014 05:08 PM PDT


Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali mengeluarkan pernyataan kepada Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi). Kali ini, dia meyakini jika terpilih menjadi presiden, Jokowi tidak akan pernah bisa lepas dari bayang-bayang Megawati Soekarnoputri.

Ruhut mengaku mengamati gerak-gerik kedua capres yang akan bertarung di pilpres 9 Juli nanti. Menurut dia, Prabowo lebih independen ketimbang Jokowi yang harus izin dahulu kepada Mega jika ingin melakukan sesuatu.

"Langkah dia (Jokowi) jelas enggak bisa lepas sama Bu Mega, Mbak Puan. Sedangkan Pak Prabowo, betul-betul jemput bola. Lagi di jalan dia terbayang nama seorang tokoh dia datang ke rumahnya. Kalau Jokowi kan harus izin dulu," ujar Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/5).

Dia menilai bahkan berani menyatakan jika Jokowi terpilih hanya akan menjadi orang nomor empat di Indonesia. Tidak benar-benar menjadi presiden (RI1) karena akan diatur oleh Mega.

Belum lagi dengan pasangan Jokowi sebagai cawapres yakni Jusuf Kalla (JK). Dia melihat JK sering bermanuver seolah menjadi presiden, padahal hanya wakil presiden.

"Kalau Prabowo enggak usah kulonuwun (dia RI1 -ed), kalau Jokowi presiden nanti enggak RI1, tapi RI4. Kenapa? Hati-hati JK kadang-kadang malah jadi real presiden," tegas dia.

Lalu siapa RI1-nya?

"Bisa ibu Mega bisa pak JK."

Sementara untuk RI3 dia yakin adalah putri bungsu Mega yakni Puan Maharani.

"Mbak Puan dong, hehe," pungkasnya.

*sumber: merdeka.com


'Mahfud MD Factor' Seratus Persen Kiai Bondowoso ke Prabowo

Posted: 26 May 2014 05:00 PM PDT


Tampilnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ternyata berpengaruh besar.

'Mahfud MD Factor' membuat sebagian besar ulama di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, merapat dan memilih Prabowo-Hatta.

"Kami secara kelembagaan tak memutuskan mendukung yang mana. Tapi teman-teman yang mendukung Prabowo-Hatta melihat faktor Pak Mahfud. Mungkin seratus persen kiai di Bondowoso ke Pak Prabowo, karena adanya Pak Mahfud," kata Ketua Tanfidz Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Bondowoso, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Ramban Kulon, Kecamatan Cerme, KH Abdul Qodir Syam, Senin 26 Mei 2014.

Itu juga, karena Mahfud MD intensif menjalin komunikasi dengan para ulama di Bondowoso. Dengan demikian, saat terpilih menjadi ketua tim sukses Prabowo-Hatta, ia lebih mudah memobilisasi dukungan. Para ulama sendiri percaya terhadap kapasitas Mahfud.

"Tokoh sekaliber Pak Mahfud akan amanah, tanpa kami memberi pesan apa pun," lanjutnya.

Kemudian, dia menegaskan ulama NU di Bondowoso tidak berharap Mahfud akan mendapat jabatan strategis di pemerintahan sebagai imbal balik. Mereka yakin Prabowo-Hatta akan memberikan penghormatan yang layak buat Mahfud MD yang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Apakah akan ada deklarasi dukungan ulama Bondowoso terhadap Prabowo-Hatta?

"Wah, kami yang di sini tidak biasa dengan hal semacam itu. Tetapi, juga terserah Pak Mahfud bagaimana sebaiknya," kata ulama tersebut. (asp/vivanews)


Jusuf Kalla Disarankan Mundur Jadi Cawapres karena Sudah Kritik Jokowi

Posted: 26 May 2014 04:56 PM PDT


JAKARTA - Sekretaris tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fadli Zon menyarankan Jusuf Kalla mundur dari pencalonannya sebagai wakil presiden. Hal itu didasarkan pada pernyataan Kalla tentang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, yang kini menjadi calon presiden bersama Kalla.

Menurut Fadli, menjadi aneh bila seseoarang yang pernah mengkritik pencapresan Jokowi kemudian maju sebagai cawapresnya. "Nah, itu yang harus menjawab Pak JK sendiri, kalau di Amerika pasti sudah mundur itu. Aduh, kalau di luar negeri kalau video itu diunggah, pasti mundur itu (yang bicara)," kata Fadli di rumah Polonia, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2014) sore.

Menurut Fadli, perubahan sikap Kalla yang dulu terkesan meremehkan Jokowi dan kini bersedia menjadi wakilnya adalah sesuatu hal yang fatal. Dia pun menyarankan JK untuk memberikan penjelasan kepada publik tentang perubahan sikapnya tersebut.

"Ini saya bukan provokasi. Itu menurut saya satu hal yang sangat fatal, karena itu pendapat yang terekam bukan rekayasa. Harus dijelaskan kepada publik maksudnya apa. Karena menurut saya tidak perlu ada interpretasi lain," ujarnya seperti yang diberitakan KOMPAS.com.

Sebagaimana ramai diberitakan, video pernyataan Kalla yang mengkritik Jokowi telah membuat heboh media sosial (baca: Video JK Beredar: Hancur Jika Jokowi Jadi Capres).


Nilai-Nilai Harokah Dalam Peristiwa Isra' Mi'raj

Posted: 26 May 2014 07:46 PM PDT


Oleh Ustadz Muhammad Ridwan

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (17:1)

Peristiwa Isra' Mi'raj adalah sebuah peristiwa Maha dahsyat yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke 12 dari kenabian. dimana Alloh SWT mengawali firman Nya dalam surat Al-Isra' ayat 1 dengan kalimat Subhana (Maha Suci Alloh) untuk menggambarkan betapa Agung dan Sucinya peristiwa ini, didalamnya banyak terkandung hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bagi Rasululloh sendiri, sahabat, hingga kita ummatnya yang hidup di zaman kini.

Peristiwa ini lebih tepatnya tejadi kira-kira 8 bulan sebelum Hijrahnya Rasululloh Saw dari Mekkah ke Madinah. Sehingga para Mufassirin berpendapat bahwa ada Korelasi yang kuat antara peristiwa Isra' mi'raj dengan Peristiwa hijrah. Ada Nilai-Nilai Harokah (Pergerakan Dakwah) yang terkandung didalamnya.

1. Al Fitnatu Alaa thoriiqid dakwah (Ujian di jalan dakwah)

Fitnah, ujian dan gangguan yang dialami disepanjang perjalanan dakwah Rasululloh sebelum isra' mi'raj merupakan salah satu penyebab semakin terasa beratnya Amanah dakwah yang dipikul oleh Rasululloh dan para sahabatnya dikala itu, terlebih lagi peristiwa boikot yang dilakukan orang kaum Quraisy kepada seluruh keluarga Bani Hasyim. Kaum Quraisy tahu bahwa sumber kekuatan Nabi Saw adalah keluarganya. Oleh karena itu untuk menghentikan dakwah Nabi Saw sekaligus menyakitinya, mereka sepakat untuk tidak mengadakan perkawinan, transaksi jual beli dan berbicara dengan keluarga bani Hasyim. Mereka juga bersepakat untuk tidak menjenguk yang sakit dan mengantar yang meninggal dunia dari keluarga Bani Hasyim. Boikot ini berlangsung kurang lebih selama tiga tahun. Tentunya boikot selama itu telah mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan khususnya kepada Nabi Saw dan umumnya kepada keluarga Bani Hasyim. Hal ini menyiratkan makna bagi kita bahwa : Ujian-ujian berat akan selalu mengiringi perjuangan para penggiat dakwah (Muharik dakwah) dimanapun dan sampai kapanpun.

Firman Alloh dalam surat Al-Anfal ayat 30

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

2. Ahamiyah Ta'yiidu da'wah (Urgensi Dukungan Terhadap Dakwah)

Peristiwa lain sebelum isra' mi'raj adalah wafatnya paman beliau, Abu Thalib, yang disusul dengan wafatanya Khadijah, istri Rasulullah saw.

Peristiwa ini menjadi sangat penting dalam perjalanan dakwah Nabi Saw sebab Abu Thalib adalah salah satu paman beliau yang senantiasa mendukung dakwahnya dan melindungi dirinya dari kejahilan kaum Quraisy. Abu Thalib merupakan tokoh yang sangat disegani siapapun. Dukungan Abu Thalib kepada Rasulullah (dan dakwah) merupakan bentuk dukungan 'politis' yang melindungi dakwah dari kerusakan yang akan membinasakan.

Dukungan dan perlindungan Abu Thalib itu tergambar dari janjinya, "Demi Allah, mereka tidak akan bisa mengusikmu, kecuali kalau aku telah dikuburkan ke dalam tanah." Janji Abu Thalib ini benar. Ketika ia masih hidup tidak banyak orang yang berani mengusik Nabi Muhammad Saw, namun setelah ia wafat kaum Quraisy menjadi leluasa untuk menyakitinya dan bahkan (nantinya) akan membunuhnya. Wafatnya Abu Thalib mengakibatkan hilangnya 'dukungan politis' bagi dakwah di Mekah.

Peristiwa kedua adalah wafatnya istri beliau, Siti Khadijah r.a. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah pamannya wafat. Siti Khadijah bagi Nabi Saw bukan hanya seorang istri yang paling dicintai, tapi juga sebagai sahabat yang senantiasa mendukung perjuangannya baik material maupun spiritual, yang senantiasa bersama baik dalam keadaan suka maupun duka. Oleh karena itu, wafatnya Siti Khadijah menjadi pukulan besar bagi perjuangan Nabi Saw.

Dua peristiwa inilah yang dikenal sebagai peristiwa 'amul huzn (tahun duka cita). Bukan saja berduka karena dtinggal orang-orang yang sangat dicintainya, namun juga karena setelah ketiadaan mereka berdua, penyokong dakwah dari keluarga yang begitu kuat sekarang hilang.

Atas kesedihan (ditinggal orang tercinta) dan kehilangan (dukungan) inilah lalu Allah menghibur sekaligus menguatkan kembali Rasululloh melalui peristiwa isra' mi'raj. 

Dari dua peristiwa yang disebut sebagai peristiwa 'amul huzn (tahun duka cita) tergambarkanlah bahwa betapa pentingnya dakwah mendapat dukungan yang menguatkan, dukungan politis dan dukungan keluarga. Namun dukungan utama kita adalah Allah SWT.

3. Ats-tsiqoh bil qiyadah (Percaya kepada Pemimpin dakwah)

Saat Nabi SAW diisrakan ke Masjid al-Aqsha, subuhnya orang-orang membicarakan hal itu. Maka sebagian orang murtad dari yang awalnya beriman dan membenarkan beliau. Mereka memberitahukan hal itu kepada Abu Bakar radhiya`llahu anhu. Mereka bertanya: "Apa pendapatmu tentang sahabatmu yang mengaku bahwasanya dia diisrakan malam tadi ke Baitul Maqdis?" Dia (Abu Bakar) menjawab: "Apakah ia berkata demikian?" Mereka berkata: Ya. Dia menjawab: "Jika ia mengatakan itu, maka sungguh ia telah (berkata) jujur." Mereka berkata: "Apakah engkau membenarkannya bahwasanya dia pergi malam tadi ke Baitul Maqdis dan sudah pulang sebelum subuh?" Dia menjawab: "Ya, sungguh aku membenarkannya (bahkan) yang lebih jauh dari itu. Aku membenarkannya terhadap berita langit (yang datang) di waktu pagi maupun sore." Maka karena hal itulah, Abu Bakar diberi nama ash-Shiddiq (orang yang membenarkan). [HR al-Hakim dari Aisyah radhiyallahu anha. Shahih lighairih menurut dalam ash-Shahihah (I: 306)]

Sikap yang ditunjukkan oleh Abu Bakar As-Shidiq adalah sifat seorang kader dakwah sejati yang begitu tsiqohnya (percaya) terhadap Rasululloh sebagai Qiyadah Dakwah (pimpinan dakwah) tak terpendam dalam hatinya amroduts tsiqoh (krisis kepercayaan).

Wallohu a'lam


Senin, 26 Mei 2014

PKS PIYUNGAN

PKS PIYUNGAN


Prabowo: Kita Tidak Boleh Dipimpin Pemimpin Tukang Bohong

Posted: 26 May 2014 06:37 AM PDT


JAKARTA — Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pendukungnya untuk siaga dan waspada menghadapi Pemilu Presiden 9 Juli mendatang. Prabowo menuding ada pihak-pihak yang akan melakukan segala cara, termasuk dengan modal uang untuk mendapatkan kekuasaan.

"Saudara-saudara harus amankan dukungan kita, ada kekuatan besar, ada yang punya modal besar ingin membeli negara ini. Dengan uang yang banyak dia kira dia bisa membeli negara ini. Kita jawab, negara ini tidak bisa dibeli," kata Prabowo saat menerima deklarasi dukungan dari Front Pembela Muslim Maluku di Rumah Polonia, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Prabowo mengaku telah berkaca pada pemilu-pemilu sebelumnya. Menurutnya, tidak sedikit kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam ajang demokrasi 5 tahunan sekali itu.

"Kita sudah lama jadi bangsa Indonesia. Sudah terlalu banyak akal-akalan di negeri ini. Kita tidak boleh dipimpin oleh pemimpin yang tukang bohong, yang mendapatkan posisi dari kecurangan," ujarnya. (KOMPAS)

J Kristiadi: Ada gejala masyarakat mulai jenuh dengan Jokowi

Posted: 25 May 2014 11:16 PM PDT


SOLO - Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), J. Kristiadi mengingatkan kepada para relawan dan pendukung capres Jokowi, agar tak terlena dengan keyakinan memenangkan gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi presiden. Dia melihat akhir-akhir ini ada kecenderungan masyarakat mulai jenuh.

"Ada gejala di masyarakat, mereka mulai jenuh dengan sosok Jokowi sehingga elektabilitasnya turun. Sementara elektabilitas Prabowo terus naik," ujar Kristiadi di hadapan ratusan alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Minggu (25/5).

Kristiadi mengatakan, banyak pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan oleh relawan pendukung Jokowi. Menurutnya, mereka harus bekerja keras memenangkan pasangan Jokowi-JK yang didukung PDIP, PKB, Partai Hanura dan NasDem.

"Tidak hanya bekerja keras, tapi harus juga diiringi doa agar Jokowi menang. Para relawan juga harus siap menerima kenyataan seandainya Jokowi nanti kalah," pungkasnya seperti yang diberitakan merdeka.com.


"Presiden Uji Coba"

Posted: 25 May 2014 09:12 PM PDT


By: Nandang Burhanudin
*****

Bapak JK menasihati, "Bangsa ini 240 juta. Janganlah Presiden itu dipilih dengan pikiran uji coba, karena umur. Harus dipilih karena kemampuan yang diperoleh dari pengetahuan dan pengalaman. Kalau menteri iya. Sebab kalau menteri tidak cocok, hari ini bisa ganti. Kalau Presiden tidak cocok, maka 5 tahun kita menderita."

Ya. Nasihat Pak JK sangat bijaksana. Mencerminkan pengalaman dan kapasitas beliau sebagai negarawan.

Teori pengalaman, kematangan usia, dan kemampuan adalah teori yang sejak lama ada dalam khazanah "Kelembagaan Politik Islam", sejak zaman Rasulullah saw hingga para salafusshalih. "Jika suatu urusan tidak didelegasikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran."

Bahkan dalam Kitab Al-Ahkam As-Sulthaniyyah, secara rinci dijelaskan syarat-syarat wajib yang harus dipenuhi seorang pemimpin, terutama pemimpin sebuah negara. Pun dalam teori-teori Politik Islam kontemporer, digariskan azas-azas yang tidak boleh dilanggar. Ya, salah satunya azas al-'adalah (kepatutan, kepantasan, dan keahlian).

Kini dua negara Islam terbesar, Indonesia dan Mesir dihadapkan pada dua fakta; di Mesir akan dipimpin pemimpin yang tidak memiliki kapasistas minimal. Selain ia adalah agen dari kepentingan Zionis dan AS tentunya. Sedangkan di Indonesia, peluang dipimpin kepala negara-pemerintahan yang tidak terlalu beresiko, masih terbuka lebar. Kita ada pilihan demokratis, bebas-rahasia-jujur dan adil menentukan siapa yang punya pengalaman, kematangan usia, hingga kapasitas kepemimpinan.

Kembali ke nasihat Pak Jusuf Kalla, "Jika Jokowi jadi Presiden, bisa hancur negeri ini (Indonesia)." Maka pilihan kita hanya Prabowo-Hatta. Memang tidak ada garansi Prabowo-Hatta lebih baik. Tapi setidaknya, saat kita bersepakat dan siap menjadi penyeimbang kekuatan, maka insyaAllah Indonesia maju bukan hanya isu. Kenapa? Era Prabowo-Hatta diyakini bukan era sentimen terhadap Islam politik dan kaum Islamis. Sedangkan jika Jokowi, kita sudah paham siapa Hendropriono. Orang yang paling gemar menelikung barisan umat yang berjuang nyata merebut pemerintahan! Jadi jangan pilih presiden boneka, apalagi sekedar coba-coba!

Wallahu A'lam


Udar Kantongi Bukti Baru untuk Seret Jokowi

Posted: 25 May 2014 07:36 PM PDT


JAKARTA - Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, keukeuh jika Gubernur Joko Widodo (Jokowi) terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Bus Transjakarta dan bus umum.

Melalui kuasa hukumnya, Feldy Taha, Udar mengklaim punya bukti kuat yang bisa menyeret Jokowi ke Kejaksaan Agung untuk diperiksa.

"Saya dan tim sudah menemukan bukti yang bisa dapat menyeret Gubernur. Bukti itu dalam bentuk SK Gubernur mengenai pekerjaan penggunaan barang dan kuasa penggunaan anggaran," kata Feldy, Minggu (25/5/2014) malam.

Feldy kemudian menyebutkan bahwa SK tersebut menunjukan bahwa Jokowi bertindak sebagai penanggung jawab penggunaan anggaran. "jadi, yang menunjuk adalah SK gubernur," simpulnya.

Tim kuasa hukum Udar akan menggunakan SK tersebut untuk membebaskan kliennya dari tuntutan dan menyeret Jokowi ke ranah hukum. "Gubernur sebagai penanggung jawab anggaran tidak bisa lepas dari tanggung jawab," pungkasnya.

Penyidik Kejaksaan Agung menetapkan Udar sebagai tersangka dugaan korupsi Bus Transjakarta asal China pada tahun anggaran 2013. Dia dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. (okezone)

"Tentang Kewarganegaraan dan Hijrah Prabowo ke Yordania" by @fadlizon

Posted: 25 May 2014 04:55 PM PDT


Dari kultwit @fadlizon
(24/5/2014)

1. Sy mau kultwit soal isu kewarganegaraan yg dituduhkan kpd @Prabowo08. Isu ini isu jadul, digali krn panik tak ada isu lain.

2. @Prabowo08 ke Yordania, September 1998 utk hindari firnah di dalam negeri. Inilah HIJRAH Prabowo. Semua atas pengetahuan Pres Habibie.

3. Sy ke Amman Yordania sekitar Oktober 1998 dg Ahmad Sumargono n bbrp Tokoh Islam utk ketemu @Prabowo08.

4. @Prabowo08 tinggal di apartemen yg disewa. Pdhal pernah ditawari Pangeran Abdullah tinggal di kompleks Istana.

5. Pangeran Abdullah adalah putra Raja Husein. Ia komandan pasukan khusus Yordania, sahabat @Prabowo08.

6. Waktu itu putra mahkota masih adik Raja, Hasan Bin Talal. Kemudiian diganti oleh Raja Husein mnjd Abdullah the crown prince.

7. Selama di Amman, Yordania, @Prabowo08 hidup sederhana, sering Naik taksi dg sopir langganan namanya Muhammad.

8. @Prabowo08 di Amman belajar bisnis, belajar bahasa Arab n dihargai oleh Pangeran2 Arab.

9. Tak pernah @Prabowo08 sedetikpun menjd warga negara Yordania. Pernah ditawari jd Penasehat militer Yordania. Tp tak bersedia.

10. Hubungan dg Abdullah terus berlangsung Baik. A friend in need is a friend indeed, teman sejati ketika kesulitan.

11. Akhir December 1998, @Prabowo08 berniat kembali ke Jakarta. Tp keadaan blm memungkinkan. Kami sarankan utk jangan kembali dulu.

12. Knp? Fitnah2 bersliweran. Semua difitnahkan ke @Prabowo08. Kami bertemu di Bangkok, 27 Dec 1998. Ada bbrp kawan hadir.

13. Hadir Maher, Muchdi, sy n Farid Prawiranegara. Ada Prof Soemitro n ibu @Prabowo08. Sy byk ngobrol dg Prof Soemitro ttg sejarah.

14. @Prabowo08 akhirnya tak jd k Jakarta n akhirnya lebih byk tinggal di Mi Casa, Kuala Lumpur. Pulang pergi Amman, Yordania, n KL n Eropa.

15. Setidaknya sy kunjungi @Prabowo08 sekitar 7 kali di Yordania. Biasanya sy sambil jalan2 ke Petra. Ziarah ke Yerusalem.

16. Berkali2 juga ke Irak zaman itu, ke Baghdad, Kuffa, Samarra, Mosul dll. Sekali dg @Prabowo08 n Luhut Panjaitan ke Irak.

17. Ketika pasport @Prabowo08 habis, diperpanjang oleh Dubes RI di Singapura, Luhut Panjaitan.

18. Sebelum kembali ke tanah air tgl 2 Jan 2000, sekitar akhir 1999, @Prabowo08 bertemu Gus Dur n Menlu Alwi Shihab di Istana Raja Abdullah.

19. Ya Abdullah dari Pangeran lalu menjadi Putra Mahkota n akhirnya Raja hingga kini Sejak 7 Feb 99, ketika Raja Husein wafat.

20. Yordania adalah tempat sahabat @Prabowo08 yakni Raja Husein. Persahabatan itu terjalin hingga kini.

21. Tak ada perpindahan warga negara, @Prabowo08 sangat nasionalis n patriotik. Tak pernah terpikirkan olehnya setiitikpun utk itu.

22. Isu ini pernah dimunculkan thn 99, lalu pudar bbrp hari. Munculnya isu ini kembali tentu sbg alat politik belaka.

23. Pihak lawan rupanya sdh kehabisan peluru shg harus gali isu yg tak pernah ada. Malah sangat murahan isu ini diangkat lg.

24. Cara cek warga negara gampang, Tanya saja ke negara bersangkutan. Malah dulu Kedutaan Yordania pernah keluarkan statemen tak benarkan.

25. Anehnya majalah sekaliber @tempodotco nanya sy soal ini bbrp hari lalu. Benar2 murahan kali isunya.

26. Anehnya Pak Jusuf Kalla ikut komentar pula utk memetik keuntungan politik Dr isu sampah ini.

27. Demikian sekedar pencerahan menjelang tidur. @Prabowo08 tak pernah pindah kewarganegaraan. Ia terlalu cinta Indonesia.



"Pilihlah yang Terbaik" | Oleh Mahfud MD

Posted: 25 May 2014 04:58 PM PDT


Masih banyak yang berpendapat bahwa politik itu kotor dan harus dijauhi. Padahal, politik itu keharusan yang tak bisa dihindari.

Tak ada orang yang bisa menghindari politik karena setiap orang pasti hidup di suatu negara, sedangkan negara adalah organisasi politik tertinggi. Orang yang ingin memengaruhi kebijakan negara haruslah merebut kekuasaan politik. Orang yang menyatakan tidak mau terlibat dalam politik dan membiarkan kekuasaan politik diambil orang, maka dia terikat pada kebijakan-kebijakan pemenang kontes politik, betapa pun tak sukanya dia pada kebijakan itu. Karena itu, dapat dikatakan bahwa politik itu adalah fitrah atau sesuatu yang tak bisa dihindari.

Di dalam Islam pun, politik mendapat tempat yang hukumnya bisa menjadi wajib. Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa memperjuangkan nilai kebaikan agama itu takkan efektif kalau tak punya kekuasaan politik. Memperjuangkan agama adalah saudara kembar dari memperjuangkan kekuasaan politik (al-din wa al-sulthan tawamaan).

Agak lengkapnya Al- Ghazali mengatakan: "Memperjuangkan kebaikan ajaran agama dan mempunyai kekuasaan politik adalah saudara kembar. Agama adalah dasar perjuangan, sedang kekuasaan politik adalah pengawal perjuangan. Perjuangan yang tak didasari (prinsip) agama akan runtuh, dan perjuangan agama yang tak dikawal akan sia-sia." Dari pandangan Al-Ghazali itu bisa disimpulkan bahwa berpolitik itu wajib karena berpolitik merupakan prasyarat dari beragama dengan baik dan nyaman.

Karena paraktiknya politik itu banyak diwarnai oleh perilaku jahat, kotor, bohong, dan korup, timbullah kesan umum bahwa politik (pada situasi tertentu) adalah kotor dan harus dihindari. Jangankan kita, mujaddid Islam, Muhammad Abduh, pun pernah marah kepada politik dan politisi karena berdasarkan pengalaman dan pengamatannya waktu itu beliau melihat di dalam politik itu banyak yang melanggar akhlak, banyak korupsi, kebohongan, dan kecurangan-kecurangan.

Muhammad Abduh pernah mengungkapkan doa taawwudz yang biasanya hanya untuk menghujat setan, yaitu, "audzu billahi minassyaythaanirrajim" (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) dispesifikkan oleh Muhammad Abduh ke dalam kegiatan politik menjadi "audzu billahi minassiyaasati wassiyaasiyyien", (Aku berlindungkepada Allahdari godaan politik dan politisi) Tetapi dengan mengacu pada filosofi Al-Ghazali menjadi jelas bahwa berpolitik itu bagian dari kewajiban syarsyari karena tugas-tugas syarsyari hanya bisa direalisasikan di dalam dan melalui kekuasaan politik (organisasi negara).

Dalam kaitan inilah ada kaidah ushul fiqh yang menyebutkan "Ma la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib" (Jika ada satu kewajiban yang tidak bisa dilaksanakan kalau tidak ada sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain wajib juga diadakan/ dipenuhi). Dengan kata lain, "jika kewajiban mensyiarkan nilai kebaikan Islam tak bisa efektif kalau tidak berpolitik, maka berpolitik itu menjadi wajib pula hukumnya." Inilah yang menjadi dasar, mengapa sejak awal turunnya Islam, muslimin itu sudah berpolitik, ikut dalam kegiatan bernegara, bahkan mendirikan negara.

Dalam konteks keindonesiaan sekarang ini kaum muslimin tidak boleh apatis terhadap pemilihan presiden dan calon presiden. Kita tidak boleh bersikap "tidak akan memilih" pasangan capres/cawapres yang mana pun hanya dengan alasan tidak ada pasangan yang ideal. Kita tetap harus memilih karena siapa pun yang terpilih akan menentukan arah kebijakan negara yang juga mengikat kita.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan capres/cawapres: Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sudah disaring melalui proses konstitusional yang sah. Semuanya sama baiknya, atau, sama tak baiknya. Tak ada yang boleh mengatakan bahwa secara mutlak pasangan yang satu lebih baik dari pasangan yang lain. Semua tergantung penilaian kita masing-masing. Kata sekelompok orang pasangan Prabowo-Hatta lebih baik karena ini dan itu, sedangkan pasangan Jokowi-JK lebih jelek karena ini dan itu.

Tetapi kata sekelompok orang lainnya pasangan Jokowi-JK lebih baik karena bla-bla-bla, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta lebih jelek karena bla-bla-bla. Jadi kedua pasangan ada kelebihan dan kekurangannya serta ada pendukung dan penolaknya masing-masing. Menghadapi alternatif seperti itu kita harus tetap memilih dengan kesadaran penuh bahwa takkan pernah ada alternatif yang ideal untuk dipilih. Bahkan, mungkin saja, semua alternatif yang tersedia semuanya sangat tidak ideal. Jika demikian halnya, maka ada kaidah akhaff al-dhararain, yaitu memilih yang paling sedikit jeleknya di antara alternatif-alternatif yang sama-sama jelek.

Dalam hal prinsip dan sistem pemerintahan, misalnya, tidak ada yang betul-betul baik dari antara sistem-sistem yang tersedia. Baik teokrasi, demokrasi, monarki, aristokrasi, oligarki, maupun tirani semuanya samasama tidak ideal dan mengandung segi-segi kelemahan.

Tetapi, sebagian terbesar negara-negara di dunia memilih prinsip dan sistem demokrasi, bukan karena sistem itu bagus melainkan karena ia mengandung kelemahan yang paling sedikit jika dibanding dengan sistem yang lain. Maka itu, pilihlah yang terbaik dari yang ada, meskipun tidak ideal.***

Moh. Mahfud MD
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta

*sumber: http://koran-sindo.com/node/390718


Andai Saja "SEMUA ITU" PKS

Posted: 25 May 2014 04:39 PM PDT


Andai saja Gubernur yang berada di pusaran korupsi BUS karatan itu kader PKS, dijamin TV-media menggiring PKS sebagai Partai Karatan Sekali.

Andai saja yang LUPA pada janji saat kampanye itu Gubernur PKS, dijamin tsunami politik terjadi. PKS dituduh Partai Kelewat Sumpah.

Andai saja Gubernur PKS yang mencalonkan diri menjadi Capres, dijamin semua akan menyuruh mundur. PKS dituduh Partai Kemaruk Sekali.

Andai saja yang korupsi Triliyunan itu kader PKS. Bisa jadi dihukum 160 tahun penjara. Baru diduga suap saja, PKS disebut Partai Korupsi Sapi.

Itulah. Nalar sudah tidak digunakan. Sepak terjang pezina, pendukung Dolly, tim kampanye mabok, partainya juara korupsi. Tapi tetap dipuja-dipuji. Dikritisi malah dikatain babi.

Wahai kader PKS, ingatlah sebuah nasihat; "Optimis dalam sinis, bagian dari kecerdasan. Bergerak dalam jebak, itu tanda kemenangan."


*by Nandang Burhanuddin